Era digital adalah zaman di mana semua fasilitas serba digital, dimana digital setiap tahunnya mengalami perubahan, perkembangan dan kemajuan teknologi yang sangat pesat.
Perkembangan teknologi telah memperkecil hambatan fisik terhadap komunikasi dan memungkinkan manusia dapat berinteraksi secara bebas dalam skala global.
Berbagai penerapan teknologi telah mempengaruhi nilai suatu masyarakat, teknologi baru dapat mencuatkan pertanyaan - pertanyaan etika baru seperti ; meluasnya gagasan tentang efisiensi dalam konteks produktivitas manusia, yang pada awalnya hanya menyangkut permesianan, sehingga dengan adanya teknologi kita bebas menggunakannya.
Kita dapat menggunakan teknologi sesuai kebutuhan tanpa menyalahi aturannya.
Berikut ini batasan - batasan sosial yang mempunyai efek sangat luas terhadap kestabilan dalam berinteraksi :
Membantu untuk mengelola prioritas.
Komunikasi yang lebih baik.
Menggunakan cara yang berbeda untuk pendidikan.
Memanfaatkan teknologi tepat waktu.
Berikut contoh cara memanfaatkan teknologi untuk belajar menjadi lebih mudah :
Kamus online untuk mempelajari bahasa asing.
Menonton vidio pembelajaran di situs vidio sharing.
Memakai aplikasi untuk menunjang kegiatan pembelajaran.
Era teknologi bebas namun bertanggung jawab, artinya kita dalam menggunakan teknologi harus bertanggung jawab dan beretika di tengah ruang kebebasan bermedia sosial.
Transformasi digital menuntut kita untuk selalu berbudaya , terutama ketika berinteraksi dengan orang lain yang memegang otoritas ruang digital dan selalu berorientasi kepada nilai - nilai baik manusiam li sebagai tujuannya.
Memiliki kemampuan digital skills di era sekarang ini sangatlah penting, semua generasi harus siap belajar dan beradabtasi mengikuti perubahan zaman yang semakin canggih.
Presiden Joko Widodo telah mengajak elemen bangsa Indonesia untuk memiliki pola pikir dan masyarakat global yang bagus melalui literasi digital.
Karena itu, marilah kita memulai kebiasaan baru untuk belajar memahami dan ciptakan peluang melalui literasidigital.
Negara yang memiliki literasi terbaik adalah Finlandia, karena ;
Sekolah mulai dari usia 7 tahun, guru selalu menanamkan rasa percaya diri, guru adalah master yang tidak menempatkan kompetensi, namun menerapkan kolaborasi.
Fasilitas perpustakaan ada di berbagai tempat, masyarakatnya senang ke perpustakaan karena ada di tempat - tempat umum, penjaganyapun lulusan terdidik sehingga melayani pengunjung dengan profesional.
Maternity package disediakan oleh negara, paket yang diberikan berisi perlengkapan bayi, baju dan segala sesuatu yang dibutuhkan oleh bayi, karena negara memiliki pemikiran bahwa keluarga merupakan gerbang pertama bagi pendidikan anak.
Kebiasaan baik yaitu membacakan dongeng sebelum tidur, agar minat dan literasi anak bisa tumbuh dengan baik.
Acara tv asing dilarang dan dialih suarakan supaya anak mampu memahami berbagai bahasa.
4 pilar literasi digital :
Digital skills, yaitu kampuan uktuk memahami digital tools dan platform digital / kemampuan untuk mengoperasikan, menggunakan, memanfaatkannya dalam kehidupan sehari - hari.
Digital etic, yaitu keterampilan mempunyai sikap baik, bijak santun ketika berliterasi digital, menghargai dan menjunjung tinggi adab serta menuju tersebarnya ide - ide positif di masyarakat( tidak menyebarkan berita hoaxs ).
Digital safety, yaitu kecerdasan dalam beliterasi digital, tidak sembarangan memberikan data pribadi kita, mencegah terjadinya penipuan dan tidak menjadi korban dari cyber crime .
Digital culture, yaitu membangun kebudayaan berliterasi digital dengan membangun kompetensi yang paling tinggi dan menciptakan peluang dalam memanfaatkan digital.
Berikut ini manfaat dari berlitersi digital :
👉 Menghemat waktu
👉 Memperluas jaringan
👉 Menghemat biaya
👉 Membuat keputusan dengan
baik
👉 Belajar lebih cepat dan efisien
👉 Memperoleh informasi lebih
cepat
👉 Ramah lingkungan
👉 Memperkaya keterampilan
Cara menciptakan peluang pada dunia digital ; kebutuhan, kemampuan diri, hoby, lokasi dan usaha.
Pelathan Guru Motivator Literasi Digital ( GMLD ) 2
Pertemuan ke-17
Tema
Berbagi Praktik Baik Literasi Digital
Narasumber : Maria Sumakul
Moderator : Ms.Phia
Literasi digital merupakan kecakapan untuk menggunakan media digital, dan alat komunikasi atau jaringan dalam menemukan, mengevaluasi, menggunakan, membuat informasi dan memanfaatkannya.
Adapun pengertian dari literasi digital itu sendiri adalah pengetahuan dan kecakapan dalam menggunakan media digital seperti komunikasi, jaringan internet dan lain sebagainya.
Manfaat dari literasi digital yaitu :
Menambah wawasan individu, untuk kegiatan mencari dan memahami informasi.
Meningkatkan kemampuan individu untuk lebih kritis dalam berfikir serta memahami informasi.
Menambah penguasaan kosa kata individu, dari berbagai informasi yang dibaca.
Meningkatkan kemampuan verbal individu.
Meningkatkan daya fokus serta konsentrasi individu.
Menambah kemampuan individu dalam membaca, merangkai kalimat serta menulis informasi.
Literasi digital pada pembelajaran dimasa pandemi menurut Menteri Pendidikan, kebudayaan, riset dan teknologi yaitu Nadiem Anwar Makarim mengungkapkan bahwa pemanfaatan teknologi mampu mengakselerasi transpormasi pendidikan dan mendorong lompatan kemajuan khususnya dimasa pandemi covid-19. Namun memiliki syarat wajib yang harus dipenuhi yaitu pemanfaatan teknologi secara tepat sasaran, dan kecakapan difital, yang mencakup pada kemampuan dalam mengelola dan memanfaatkan sumber - sumber secara bijak.
Mengapa literasi digital harus diajarkan dal dunia pendidikan? Karena dekatnya anak - anak dengan media sosial rentan terhadap pengaruh negatif, kemudian dengan pemahaman literasi digital bisa mencegah terjadinya berbagai kejahatan sehingga perlu diedukasikan kepada anak/ peserta didik kita.
Tujuan pembelajaran literasi digital di Sekolah :
Meningkatkan kapasitas guru untuk menyajikan pembelajaran yang menarik bagi siswa melalui pemanfaatan media digital
Mengintegrasikan kompetensi dasar dalam pembelajaran untuk meningkatkan kecakapan digital
Menumbuhkan karakter melalui media digital dengan mengutamakan etika dan norma sosial
Melalui literasi digital, kita sebagai guru harus memberikan hal - hal yang baik, peran kita adalah mengajarkan kepada peserta didik untuk lebih bisa dan mampu memanfaatkan media digital untuk hal - hal yang positif.
Pelatihan Guru Motivator Literasi Digital ( GMLD ) 2
Pertemuan ke-16
Narasumber : Dail Ma'ruf
Moderator : Muladi
Media sosial di era sekarang ini sangatlah menguasai kita, karena semua orang membutuhkan dan menggunakannya.
Berbagai aplikasi baru bermunculan di media sosial, karena itu kita harus lebih bijak menyikapinya.
Seluruh masyarakat menggunakan medsos untuk mengkomunikasikan kepada pihak lain baik perseorangan maupun publik.
Berikut contoh aplikasi yang di gunakan masyarakat :
Aplikasi terebut memiliki kelebihan dan kekurangannya masing - masing. Untuk saat ini WA sangat merajai di dunia medsos, karena hampir seluruh masyarakat menggunakannya. WA merupakan prodak dari Fb, namun WA lebih sederhana dan sesuai dengan kebutuhan konsumen.
Untuk memahami kata bijak, miliki dua arti yaitu :
Selalu menggunakan akal budinya pandai; mahir contoh : "Bukan beta tidak berperi engkau memang bijak"
Pandai bercakap - cakap; petah lidah
Menurut Pak Haji M.nur bijak sama dengan adil, artinya menempatkan sesuatu pada tempatnya.
Jadi orang bijak adalah orang yang pandai menempatkan sesuatu sesuai dengan peruntukkannya.
Media sosial adalah sebuah media daring yang dapat digunakan satu sama lain dan penggunanya bisa dengan mudah berpartisipasi, berinteraksi, berbagi dan bisa menciptakan isi blog, jejaring sosial, wiki, forum dan dunia virtual tanpa dibatasi oleh ruang dan waktu.
Medsos sangat bermanfaat untuk menjalin silaturahmi, menambah relasi, bisnis dan sebagai wadah untuk menunjukkan berbagai hasil karya.
Marilah kita posisikan diri kita sebagai pengguna medsos yang cerdas dan beretika. Bijak dalam bermedsos akan menimbulkan semangat dan banyak manfaat untuk diri kita sendiri maupun orang lain.
Literasi digital merupakan pengetahuan dan kecakapan menggunakan media digital , alat komunikasi atau jaringan dalam menemukan, mengevaluasi, menggukakan , membuat informasi dan memanfaatkannya.
Media digital sekarang ini banyak sekali yang dapat kita akses/ gunakan untuk meningkatkan pengetahuan dan kemampuan kita, seperti ;
program komputer
Game
Aplikasi handphone
Gambar digital
Vidio
Media sosial
Website
Audio( Mp3)
Ebook
Media digital tersebut dapat kita pelajari dan kita gunakan untuk meningkatkan kemampuan kita sesuai bakat yang diminati.
Seperti keterampilan menulis dapat kita gunakan blog, supaya orang lain bisa membaca dan berkomentar maka kita kirimkan link dari blog kita melalui group WA, Telegram, Fb ataupun Ig.
Membuat konten vidio yang positif sehingga berdampak positif juga bagi masyarakat/ konsumen dan akan menghasilkan icome/ penghasilan bagi vidio youtube yang banyak mendapatkan subcribe.
Narasumber pada pertemuan kali ini menceritakan dan berbagi pengalamannya yaitu pada masa pandemi, beliau bapak Brian mendapatkan kesempatan belajar menulis dan menghasilkan banyak buku hasil dari mengikuti pelatihan via WA dan zoomeeting, beliau berprestasi juga menjadi narasumber dan menjadi panitia dari beberapa kegiatan yang dilaksanakan PGRI.
Begitu juga ibu Helwiyah sang moderator kali ini, beliau mengikuti pelatihan onlie selama masa pandemi banyak kemampuan dan kesempatan berliterasi digital yang beliau dapat raih untuk mengembangkan bakat dan kemampuan dirinya.
Keberhasilan narasumber kita hari ini sangat menginsfirasi, semoga kita anggota GMLD tahun ini, bisa belajar lebih fokus dan bisa mengikuti jejak beliau, Aamiin....
SATUGURU menuju Indonesia maju, mengajar itu menyenangkan
Tanggal 25 November 2021 yang lalu seluruh guru Indonesia memperingati HUT PGRI yang ke-76.
Bersatunya seluruh guru di Indonesia dalam satu wadah PGRI tentulah sangat membantu para guru di Indonesia dalam dunia pendidikan untuk lebih maju, profesioal dan lebih berkompeten di bidangnya.
Di usianya yang ke-76, PGRI terus bergerak dan menjadi pelopor perubahan di bidang pendidikan agar pendidikan di Indonesia lebih maju, terus bergerak mengajak para guru dan tenaga kependidikan belajar sepanjang hayat dan dapat memberikan manfaat untuk seluruh masyarakat Indonesia di abad milenial ini.
Perubahan akan selalu terjadi di setiap kemajuan zaman, karena itu guru harus mampu beradaptasi dengan segala perubahan dalam berbagai keadaan.
Dengan semangat ke-76 tahun PGRI semakin banyak berkolaborasi dan kreatif untuk berinovatif.
Berbagai kegiatan aktif secara on line disaat pandemi covid-19 seperti sekarang ini banyak diselenggarakan guna meningkatkan mutu pendidikan yang lebih kompeten, seperti menulis melalui group WA, GMLD ( Guru Motivator Literasi Digital ), kelas bahasa inggris untuk guru, kelas bedah soal PPPK, cakap berbicara guru penggerak dalam group APKS, dan banyak lagi kegiatan yang diselenggarakan secara zoom meeting/ melalui WA. Semua kegiatan dilaksanakan secara gratis dengan di isi oleh para narasumber yang berpengalaman di bidangnya.
Berikut contoh konten youtube yang di share pada saat kegiatan GMLD pertemuan ke-11, oleh narasumber bapak Deni Darmawan yaitu tips membaca cepat :
PGRI juga mengajak guru bergabung dalam Asosiasi Profesi dan Keahlian Sejenis ( APKS ), yang menjadi ujung tombak perubahan dan pelopor belajar secara online. Dari guru, oleh guru dan untuk guru, semoga bangsa Indonesia ini lebih cerdas dan maju.
Maju dan bersatulah guruku untuk Indonesiaku.
Selamat hari guru nasional, semoga seluruh guru di Indonesia tetap diberikan kesehatan dan kebahagiaan dunia dan akhirat, aamiin......
Pelatihan Guru Motivator Literasi Digital ( GMLD ) 2
Pertemuan ke 14
Materi :
Menjelajahi Alam Digital Yang Luas
Narasumber : Maesaroh, M.Pd
Moderator : Ms.Phia
Alam digital merupakan alam maya yang meliputi penggunaan piranti digital seperti WA, IG, Fb, Twiter dan perangkat google dengan segala produknya.
Untuk mengembangkan budaya literasi generasi penerus bangsa, di perlukan kecakapan dalam menggunakan media digital dengan beretika dan bertanggung jawab agar mendapatkan informasi yang akurat dan akuntebel, cerdas bermedia sosial berarti cerdas ber literasi.
Digital literasi sangatlah penting untuk membangun pendidikan yang berintegrasi pada pergeseran pembangunan pendidikan ke arah ICT , sebagai salah satu strategi management pendidikan 21 yang di dalamnya meliputi tata kelola kelembagaan dan SDM.
Karena itu edukasi dari berbagai pihak sangatlah membantu dalam meningkatkan budaya cerdas ber literasi agar para generasi penerus bangsa mampu menyerap informasi dengan baik di media sosial.
Pemahaman literasi digital yang buruk tentu akan berdampak pada psikologis anak.
Apabila penggunaan piranti digital yang terlampau tinggi maka mereka akan mengalami digital fatigue.
Ciri - ciri digital fatigue ; perasaan lelah, bosan, malas dengan berbagai kegiatan digital srperti zoom meeting, webinar, media sosial dan berbagai platform digital lain. Gangguan pada fokus, konsentrasi dan memori, merasa putus asa dan tidak berdaya, muncul perilaku aneh dan tidak wajar.
Karena itu seorang guru harus menjadi stakeholder dalam pengembangan literasi media, karena media merupakan alam maya yang mampu membawa kita terhubung pada dunia yang lebih luas.
Berikut ini 5 kecakapan yang perlu dikuasai dalam berliterasi media bagi para pelajar dan semua kalangan :
Photo visual literasy, yaitu kemampuan untuk membaca dan menyampaikan informasi dari visual.
Reproduksi literasy, yaitu kemampuan untuk menggunakan teknologi digital untuk menciptakan karya baru dari pekerjaan.
Percabangan literasi, yaitu kemampuan untuk berhasil navigasi di media non linear dari ruang digital.
Informasi literasi, yaitu kemampuan untuk mencari, menemukan, menilai dan mengevaluasi secara kritis informasi yang telah di temukan di web.
Socio emosional literasy, yaitu kemampuan yang mengacu pada aspek - aspek sosial dan emosional yang hadir secara online.
Karena itu perlu memahami 8 elemen esensial untuk mengembangkan literasi digital :
Kultural ( pemahaman ragam konteks pengguna digital )
Kognitif ( daya pikir menilai konten )
Konstruktif ( reka cipta sesuatu yang ahli dan aktual )
Komunikatif ( memajami kinerja dan jejaring komunikasi di dunia digital )
Kepercayaan diri yang bertanggung jawab
Kreatif melakukan hal baru dengan cara baru
Krisis dalam menyikapi konten
Bertanggung jawab secara sosial yaitu pemahaman ragam konteks.
Media sosial yang saat ini kental dengan dunia kehidupan masyarakat menunjukkan bahwa animo masyarakat terhadap kebutuhan informasi juga meningkat. Namun karena media sosial merupakan salah satu arena untuk menyebarkan informasi maka ada bebagai informasi yang simpang siur.
Membangun mental digital berarti membangun karakter para generasi bangsa menuju masa emas 2045.
Generasi milenial akan terus maju dan menjadi pemimpin bangsa di masa depan. Target Indonesia emas 2045 akan tetcapai bila generasi milenial melek wawasan kebangsaan, dan menguasai literasi kebangsaan.
Berikut nilai - nilai karakter yang harus di tanamkan adalah :
Pelatihan Guru Motivator Literasi Digital ( GMLD) 2
Pertemuan ke 13
Materi :
Berbincang Dengan Hoaxs, Media Sosial Dan Dunia Digital
Narasumber : Aam Nurhasanah
Moderator : Dail Ma'ruf
Dalam bermedia sosial di dunia digital sebaiknya kita gunakan hal - hal yang positif dan bermanfaat, kita share ilmu yang bermanfaat juga. Hindari berita hoaxs, agar tidak semakin viral dan membuat kacau suasana stop share berita - berita hoaxs.
Berikut ciri - ciri hoaxs yang bisa dikenali :
Menciptakan kebencian, kecemasan dan permusuhan
Sumber tidak jelas dan tidak ada yang bisa dimintai tanggungjawab/ klarifikasi
Pesan sepihak, menyerang dan tidak netral/ berat sebelah
Mencatut nama tokoh berpengaruh atau mirip media terkenal
Judul dan pengantarnya provokatif dan tidak cocok dengan isinya
Memanfaatkan fananisme, atas nama idiologi, agama suara rakyat.
Memberi penjulukan
Minta supaya di share/ di viralkan
Menggunakan argumen dan data yang sangat tehnis supaya terlihat ilmiah dan dapat dipercaya
Artikel yang ditulis biasanya menyembinyikan fakta dan data serta memelintir pernyataan narasumber
Berita biasanya ditulis oleh media abal - abal dimana alamat media dan penanggung jawab tidak jelas
Manipulasi fotho dan keterangan, foto/ vidio yang digunakan biasanya sudah lama dan berasal dari kejadian di tempat lain dan keterangannya juga dimanipulasi
Intinya di era digital saat ini kita harus lebih cakap dan cerdas, bagikan ilmu - ilmu yang dapat memotivasi, menebarkan energi positif dan menginspirasi.
Bunyi surat QS. Al - Hujurat ayat 6
" Wahai orang - orang yang beriman jika seseorang fasik datang kepadamu membawa suatu berita, maka telitilah kebenarannya, agar kamu tidak mencelakakan suatu kaum karena kebodohan / kecerobohan yang akhirnya kamu menyesali perbuatanmu itu"
Pelatihan Guru Motivator Literasi Digital ( GMLD ) 2
Pertemuan ke 12
Materi :
Mengekspresikan Diri Yang Baik di Media Sosial
Narasumber : Dra.Sri Sugiastuti, M.Pd
Moderator : Dail Ma'ruf
Pada pertemuan kali ini walaupun saya tidak bisa mengikuti zoom dengan baik/ tatap muka, namun saya tetap bisa menyimak dan mendengarkan sedikit materi yang di bahas hari ini tentang mengekspresikan diri dengan baik di media sosial.
Hidup di era digital masa kini kita harus pandai - pandai memilih teman di media sosial karena kejahatan selalu ada di manapun, dimana ada kesempatan disitulah peluang bagi para penipu untuk melanjutkan aksi kejahatannya karena itu kita harus lebih berhati - hati dan belajar lebih mengerti tentang dunia maya di media sosial.
Berikut beberapa cara untuk menggunakan media sosial secara bijak :
Jangan asal posting konten
Jangan terlalu detail mencantumkan informasi
Jaga etika bermedia sosial
Selalu waspada dan jangan langsung percaya
Filter akun - akun yang kita ikuti
Tips bebas dari stres ketika bermedia sosial :
Bisa memilih konten mana yang akan kita baca,dan berfikir sebelum menulis, mengunggah dan membuat konten, pilihlah konten - konten yang bersifat positif sehingga membawa kehidupan kita lebih positif .
Jaga privasi, jangan memberikan informasi yang bersifat pribadi dan untuk menjaga keamanan maka kunci akun media sosial sehingga hanya bisa dibaca/ dilihat oleh teman/ kontak kita saja.
Followlah teman dekat yang terpercaya, untuk mencegah isu - isu hoax dan konten - konten yang penuh kebencian.
Pelatihan Guru Motivator Literasi Digital ( GMLD ) 2
Pertemuan ke 11
Materi :
Keterampilan Digital Untuk Masa Depan Yang Cerah
Narasumber : Deni Darmawan
Moderator : Helwiyah
Berikut profil narasumber kita hari ini:
Sekarang ini kita sudah memasuki beberapa era, mulai dari era society 01, sampai era society 5.0 begitu cepatnya waktu bergulir sehingga kita harus beradaptasi, berimigrasi dengan segala perubahan yang akan terjadi di era selanjutnya.
Membaca merupakan suatu keterampilan, ada yang membaca lambat, sedang dan cepat. Karena informasi di era sekarang sangatlah banyak sehingga kita dituntut untuk bisa membaca cepat agar tidak ketinggalan informasi.
Berikut tips membaca cepat di chanel youtube milik yang terhormat bapak Deni Darmawan :
Keterampilan merupakan kemampuan yang bisa dipelajari, bisa di gali, di latih, dari sebuah proses untuk bisa dikembangkan melalui proses latihan/ belajar sehingga menjadi sebuah keterampilan untuk mengerjakan sesuatu pekerjaan secara konsisten.
Menurut bapak Presiden Jokowi bahwa transformasi digital dalam menghadapi era digital sekarang ini Salah satunya harus mempunyai SDM talenta digital.
Keterampilan digital meliputi 4C yaitu ;
creativity dan inovation
critical thinking/ berfikir kritis
communication / keterampilan menyapaikan ide dengan teknologi informasi dan komunikasi dengan berbagai platform media digital
collaboration/ kemampuan bekerja sama
Contoh vidio konten kreatif yang dibuat oleh mahasiswa dalam membumikan nilai - nilai Pancasila :
Senin, 22 November 2021 Pelatihan Guru Motivator Literasi Digital ( GMLD) 2 Pertemyan ke 10
Materi :
Anak Muda Berani Bikin Perubahan di Dunia Digital
Narasumber : Ibu Rosminiyati
Moderator : Muladi
Alhamdulillah pada pertemuan kali ini kita semua anggota pelatihan GMLD sangat antusias dengan hadirnya narasumber yang hebat dan luar biasa, beliau adalah ibu Rosminiyati, guru SMKN 2 Pangkalpinang Provinsi Ke2 Kepulauan Bangka Belitung.
Beliau telah berhasil menerbitkan 5 buku berjudul Jendela Literasi terdiri dari 228 halaman yang merupakan kumpulan tugas dan tulisan dari dunia digital dengan menggunakan platform blog, asuhan gurunda kita semua yaitu yang terhormat bapa Wijaya Kusumah,M.Pd/ om jay nama keren panggilannya.
Terima kasih ibu Rosminiyati sangat menginsfirasi generasi junior GMLD selanjutnya.
2 kata kunci dari tema kali ini yaitu:
Berani, berdasarkan KBBI V online diartikan mempunyai hati yang mantap dan memiliki rasa percaya diri yang besar dalam menghadapi bahaya kesulitan dan sebagainya tidak takut ( gentar dan kecut ).
Perubahan, adalah hal/ keadaan berubah; perubahan ; perukaran ( KBBI V online ) artinya perubahan dari keadaan semula menjadi lebih baik dari pada sebelumnya.
Mengapa perlu perubahan?
Kebutuhan, perubahan dan perkembangan tak luput pula pada bidang pendidikan, mau tidak mau kita harus mengikuti peribahan tersebut.
Menyalurkan hobi
Tambahan penghasilan
Berbagi dukunga
Hal - hal yang mempengaruhi perubahan di dunia digital :
Tekad/ semangat
Lingkungan
Sarana dan prasarana
Kesempatan
Dukungan
Kita sebagai motivator bagi para peserta didik kita/ motivator untuk melakukan perubahan di dunia digital.
Anak muda berani bikin perubahan di dunia digital, mereka jauh lebih pintar dan terampil dari pada kita, justru kita harus belajar dari mereka.
Tugas kita adalah meluruskan penggunaan media digital dari mereka.
Bagaimana caranya?
Dengan cara kolaborasi, melakukan tentang sosialisasi penggunaan media belajar, memfasilitasi peserta didik untuk melakukan hal positif dalam dunia digital dan memberikan motivasi